Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat! Kapolres Batu Bara Diwakili Ps. Kabag SDM Hadiri Gebyar Bertanjak Jilid VII, Dukung Pelestarian Budaya Melayu
BATU BARA,Hutabagasnews.com Wujud nyata kepedulian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap pelestarian adat istiadat dan kearifan lokal kembali ditunjukkan Polres Batu Bara melalui partisipasinya dalam kegiatan Opening Ceremony Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026, yang berlangsung di Istana Niat Lima Laras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (10/10/2026).
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., melalui Ps. Kabag SDM Polres Batu Bara AKP Hotlan Wanto Siahaan, S.H., M.H., menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian seni, adat istiadat, dan budaya Melayu yang merupakan salah satu identitas serta warisan bersejarah masyarakat Kabupaten Batu Bara.
Kehadiran AKP Hotlan Wanto Siahaan mewakili Kapolres Batu Bara tersebut sekaligus mencerminkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
Acara yang berlangsung penuh nuansa adat Melayu tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara H. Rusian Eri, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Batu Bara, Ketua DPRD Batu Bara M. Syafi'i, S.H., perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pariwisata Sumut, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Melayu, dilanjutkan pembacaan doa, laporan panitia, sambutan para pejabat, seremoni pembukaan, serta penyerahan piagam.
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan kebudayaan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam merawat nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mendukung setiap kegiatan positif yang mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya Melayu sebagai kebanggaan Kabupaten Batu Bara,” tegas AKBP Dony Satria Wicaksono.
Menurut Kapolres, keberadaan budaya lokal memiliki peranan penting dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi penerus bangsa.
“Warisan budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Polres Batu Bara berkomitmen mendukung kegiatan kemasyarakatan yang membawa manfaat positif, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ps. Kabag SDM Polres Batu Bara AKP Hotlan Wanto Siahaan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII menjadi momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan adat dan budaya Melayu kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Gebyar Batu Bara Bertanjak merupakan kegiatan positif yang patut kita dukung bersama. Budaya adalah identitas dan warisan leluhur yang harus terus dijaga. Kehadiran Polres Batu Bara merupakan wujud sinergitas Polri bersama pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKP Hotlan Wanto Siahaan.
Ia menjelaskan, kegiatan kebudayaan seperti Gebyar Batu Bara Bertanjak bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda semakin mengenal sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur budaya Melayu yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Batu Bara.
Partisipasi Polres Batu Bara dalam Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII juga sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pentingnya kedekatan, komunikasi, dan kolaborasi antara aparat kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui program unggulan Kapolres Batu Bara, yakni SiBara (Siap Jaga Batu Bara), yang mengedepankan pelayanan kepolisian secara humanis, responsif, serta kehadiran personel Polri di tengah masyarakat.
Dengan semangat “SiBara Hadir 24 Jam” dan “SiBara Bukan Sekadar Slogan”, Polres Batu Bara terus berupaya memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dukungan terhadap pelestarian budaya Melayu menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya daerah.
Pelaksanaan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII di kawasan bersejarah Istana Niat Lima Laras menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu, memperkuat identitas daerah, serta mendorong generasi muda untuk terus melestarikan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui sinergitas pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, dan masyarakat, pelestarian budaya diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memperkuat persaudaraan dan keharmonisan sosial.
Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Kehadiran Polres Batu Bara dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kepolisian terhadap pelestarian budaya Melayu, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Batu Bara yang aman, harmonis, berbudaya, dan bahagia.
(Nando Sagala)
